Remason Obat Segala Penyakit


Tau remason itu apa? Masa nggak tau sih. Remason itu adalah nama lainnya dari balsem. Sebenernya gue juga nggak tau apa sebab-musababab itu balsem namanya jadi remason di keluarga gue. Entah kalau di lingkungan keluarga lainnya wkwkwk. Yang mempopulerkan di keluarga itu, adalah ibu gue sendiri, selaku salah satu CEO keluarga Suwito.   Ibu gue itu paling nggak bisa lepas dari remason atau balsem ini.

Pokoknya remason ini, menurut beliau obat segala penyakit. Masuk angin, jagonya nih buat ngobatin. Tinggal oles-oles di leher atau punggung. Biar maksimal sih biasanya, sebagai bahan untuk kerokan. Pusing? Bisa juga, tinggal oles-oles ke area pelipis atau belakang kuping sambil di urut-urut kecil. Mabok perjalanan atau pilek, diolesin tuh ke idung atau cukup di hirip-hirup aja aromanya langsung dari tempatnya. Bahkan bisa juga buat sakit luar seperti kena benda tajam, kebakar atau luka lecet karena jatuh. Cukup dengan diolesin kelukanya aja. Kalau luka sakit hati yang sakit tapi nggak berdarah gimana? Bisa juga lah, coba seduh kopi lalu tuangkan remason secukupnya ke dalam cangkir yang sudah berisi kopi tadi, aduk hingga merata lalu minum dalam sekali seruputan. Dijamin luka itu langsung hilang, hilang nyawanya juga "ben mampus sisan" kalau kata bulek gue yang judes wkwkw ampun bulekk.

FYI : ini diperankan oleh model, bukan penulis sebenarnya.
Tapi serius deh, secara ajaib langsung sembuh semua sakitnya. Yg pendarahan langsung berhenti. Yang bengkak, jadi mengempis, yang jomblo tetaplah jomblo ehh #kena lagi aja. Entah karena gue percaya sama omongan ibu gue atau memang magically itu bisa sembuh.

Sampai sekarangpun, gue selalu siap sedia remason. Dan itu menjadi benda yang wajib ada ditas gue, sebagai P3K. Tapi gaes, ini remason bukan sembarangan balsem. Karena diluaran sana banyak berbagai merek balsem. Jadi gue akan menyebutnya yaitu adalah Balsem Cap Lang, yes itu-loh yang berwarna hijau dan ada logo burung garuda atau apalah gitu. Kalau sekarang udah ganti namanya jadi Balsam Lang. Bungkusnyapun sama masih bernuansa hijau.

Baunya emang nyengat banget sih, dan kalau kena kulit itu panasnya warbiasah. But, ini berhasil menyembuhkan segala penyakit ringan di keluarga gue selama ber tahun-tahun. Karena di keluarga gue mottonya jangan didik-dikit obat kalau sakit. Kasih balsem aja dulu, kalau sakit berlanjut baru ke puskesmas terdekat. Coba hayo ngaku, siapa yang senasib kaya gue? Atau. Kalian malah baru tau ada benda seperti itu? Nah coba deh pake remason. Disaat hal-hal buruk terjadi alias sakit, pastikan selalu menyediakan remason di tempat yang mudah dijangkau.



Comments

  1. Aku nggak mau ah kalo sakit hati trus diobatin balsem. Tambah panas ntar wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Hi hi,, kalau sariawan?? Balsem juga??

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum pernah nyoba ih. coba kak praktekin, nanti kalau sembuh kasih tau ya hahaha

      Delete
  3. Sebentar lagi di endorse mas. Tenang aza. 😁😁

    ReplyDelete
  4. Kalau gak salah nama remason itu karena ada balsem yg merk nya Reumason. benr gak?

    ReplyDelete
  5. aku mah gak suka balsem Mas... nggak suka baunya 🙊

    ReplyDelete
  6. Remason, balsem legendaris sepanjang masa.
    Merk apa pun, pasti disebut remason :)

    ReplyDelete
  7. Astagaa remason, dari jaman aku belum bisa lap ingus sendiri. Balsem ini identik sama simbah-simbah yang gak gampang galau karena sakit hati, sakit sekali yang tak berdarah itu. Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment