Salah Emen (Lagi)


Sabtu kemarin kembali lagi terjadi kecelakaan lalu lintas di daerah subang, lebih tepatnya tanjakan Emen. Ya jalan itu lebih dikenal dengan Tanjakan Emen oleh orang-orang sekitar, bahkan orang luar daerah. Jalanan yang menghubungkan Subang-Bandung ini, memang sudah kesekian kalinya memakan korban, karena memang jalannya yang curam sebagai tanjakan atau turunan. Belum lagi belokannya setajam silet ini, memang bikin pengendara was-was juga. Maka dari itu bagi yang belum tau rute, ada baiknya waspada dan pelan-pelas saat lewat sini.

Kenapa namanya Tanjakan Emen? menurut cerita sih, dulu ada seorang supir yang meninggal disana bernama Emen. Ada dua versi tentang kematian Emen ini, yang pertama adalah Kang Emen ini kecelakaan saat mengendarai mobil yang dibawanya saat malam hari kala itu. Karena memang dulu belum ada lampu jalan yang nerangin, sebagai tambahan kemungkinan kecelakaan tersebut. Nah versi kedua adalah, Kang Emen ini meninggal karena korban tabrak lari dan mayatnya di buang ke semak-semak hutan oleh pengendara tersebut. Makannya ceritanya banyak yang bilang Kang Emen mau menuntut balas atas kematiannya. Alias minta tumbal. 

Di Indonesia ini mamang suka banget mengait-aitkan dengan hal yang gaib alias mistis. Tapi gue nggak percaya sih sama yang seperti itu. Kan seperti yang sudah dilaporkan sama pihak polisi bahwa memang ada gangguan rem dan kondisi jalan yang memang berbahaya, gue pun sering lewat sana kalau mau jalan-jalan ke ciater atau ke lembang jadi tau betapa terjalnya jalan disana. Gue malah jadi kasian sama Kang Emen yang selalu disalahkan kalau ada kecelakaan. Kasiankan udah meinggal, tetep aja pake di fitnah kalau itu salah dia. Kayaknya dia nggak tennag banget gitu, udah meninggal tetep aja di omongin. Mending ngomongin kebaikannya, lah ini malah pencatutan nama. Semoga Kang Emen tenang dialam sana. Bagi keluarga korban semoga ditabahkan dan diberi kesabaran, dan korban yang meninggal diterima segala amal ibadahnya.

Comments

Post a Comment