Tak Punya Hak


Bagaimana bila punya suara, namun tak pantas bersuara? Tidak punya hak lebih tepatnya. Bersembunyi dibalik tabir keriuhan dunia, menghilang dalam sesak malam yang penat. 

Aku dan saudaraku hanya bisa saling memeluk, meyakinkan satu sama lain bahwa akan ada saatnya kita dipedulikan. Tidak di anak tirikan.

Sampai akhirnya kami yakini, hari itu takan pernah terjadi. Kami hanya simpanan, yang perlu disembunyikan dengan rapat. Digunakan dalam kesenyapan, dipaksa tanpa diminta dengan rela. Diperkosa.

Dibiarkan kotor, telanjang, busuk dalam pojokan yang didatangi hanya setiap kali menginginkan kenikmatan serta kenyamanan. Sesekali aku bertemu dengan si nyonya besar, sang pujaan tuanku. Setiap kali ia datang, dibelainya dengan manja sekligus sakral. Seakan ia adalah sesuatu yang rapuh, hanya dengan sentuhan sehelai rambut akan menjadikannya lebur menjadi butiran partikel terkecil.

Cantik memang, aku mengakuinya. Namun ada kepura-puraan di dalamnya. Terutama pada tuanku saat bersamanya, menahan sakit dan ketidaknyamanan. Tertawa, namun sebenarnya menjengit menahan perih setiap saat. Namun tuanku butuh si nona besar itu. Karena ia cantik, langsing dan tinggi. Tidak seperti kami yang lebih dari kebalikannya. Satu yang pasti, hanya kami tempat yang nyaman untuk kembali. Tanpa gengsi, atau nyeri kami akan siap menemani.

Ya, kami memang tidak punya hak. Tidak seperti nona besar, yang sangat mempunyai hak. Nona sepatu hak 9 centimeter, selalu berhasil menjadi nomer satu yang dikenakan dalam semua pesta. Atau pertemuan penting. Tak seperti kami, hanya sepasang sepatu flat tanpa hak. Bersembunyi dalam pojokan atau kolong mobil yang segera dikenakan setiap saat tanpa perlu terlihat. 


Comments

  1. Wow... ternyata flat shoes 😅 Kok jd ikut kasian 😥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan Mbak, kasian pake 'banget' 😢

      Delete
    2. Iya, berhasil nipu di awal kak. Pas di akhir, sepatu hak 9 cm, lah ... Keren banget deh, bisa buat cerpen kayak gini 😇👍

      Delete
  2. eh ternyata hehhehe bikin gagal paham hihih

    ReplyDelete
  3. bener gagal fokus di awal, hahaha.. kereeennn

    ReplyDelete
  4. Dari awal dah kepo banget, siapa yg dimaksud hehe keren

    ReplyDelete

Post a Comment